Polri-TNI Rencanakan Latihan Gabungan Penanggulangan Teroris
[Jumat, 05 March 2010]
Setelah tertunda setahun, Polri-TNI konkritkan latihan gabungan penanggulangan teroris. Sampai saat ini, untuk penanganan teroris di Aceh, TNI belum dimintai bantuan.
Foto: Sgp
Sejak pukul 08.00 WIB, jajaran Polri dan TNI mengadakan rapat gabungan untuk membahas rencana latihan gabungan penanggulangan terorisme. Dalam rapat tersebut Panglima TNI Joko Suyanto dan Kapolri Bambang Hendarso Danuri beserta jajarannya bersama-sama memaparkan konsep latihan gabungan penanggulangan terorisme yang akan diselenggarakan pertengahan Maret 2010.
Sebenarnya, kata Kepala Pusat Penerangan TNI Sagoem Tamboen, latihan bersama ini rencananya dilakukan pada 2009 lalu. Namun, baru sekarang terealisir karena terganjal kesibukan masing-masing. Untuk itu, dalam rapat kali ini, tim perancang latihan bersama penanggulangan terorisme Polri-TNI melaporkan seperti apa konsep yang nanti dilaksanakan.
"Jadi seperti yang sudah direncanakan, ini sebagai kelanjutan latihan yang pernah dilakukan 2008. Seyogyanya latihan ini kita laksanakan pada tahun 2009, tapi karena kesibukan pihak Polri dan TNI, mundur jadi bulan maret 2010. Polanya seperti latihan tahun 2008 yang lalu, dimana TNI dan Polri mencoba secara terpadu bagaimana menanggulangi aksi teroris," papar Sagoem.
Konsepnya, lanjut Sagoem, "seperti yang sudah kita laksanakan secara terbuka pada tahun 2008. Kita coba secara terpadu menanggulangi aksi terorisme apabila terjadi. Nanti direktur latihan gabungannya adalah Kasub TNI dan Kababinkam Mabes Polri. Dan gladinya akan dipimpin Panglima TNI dan Kapolri". Namun, Marsekal Muda TNI ini berharap latihan bersama hanya sekedar latihan saja, tidak akan pernah terwujud menjadi kenyataan. "Itu harapan kita," imbuhnya.
Meski tidak menjelaskan secara konkret, konsep latihan seperti apa yang akan dilaksanakan nanti, Sagoem menegaskan bahwa TNI tidak akan menjalankan tugas melampaui kewenangan yang diatur dalam undang-undang. Seperti misalnya dalam penanggulangan terorisme di Aceh. Sampai saat ini, TNI belum dimintakan bantuan untuk menanggulangi terorisme di Aceh. Seperti diketahui, Densus 88 Polri sudah bergerak ke Aceh Besar untuk menyisir tempat pelatihan teroris yang berbau semi militer. Dari penyisiran itu, Kadiv Humas Mabes Polri Edward Aritonang sempat menyatakan sudah 15 tersangka yang ditangkap. Tapi, dari ke-15 tersangka itu, satu orang tewas tertembak karena melakukan perlawanan saat disergap petugas.
Ke-14 tersangka yang ditangkap, teridentifikasi satu pelatih yang pernah mengenyam pelatihan (semi militer) di luar negeri. Dari dokumen dan barang bukti senjata, granat yang didapat tim di lapangan, kelompok ini diduga sudah merencanakan akan melakukan aksi teror di suatu tempat. Namun, Edward mengaku belum dapat mengungkapkan sasaran itu demi berjalannya penyelidikan. Selain belum dapat mengungkapkan tempat sasaran aksi teror, jenderal bintang dua ini juga belum dapat mengungkapkan jumlah tersangka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), karena menurutnya akan mengganggu jalannya penyelidikan. "Yang pasti jumlahnya lebih banyak dari yang ditangkap sekarang," katanya.
Atas penyergapan tempat pelatihan teroris di Aceh yang menurut Sagoem masih terkendali itu, TNI belum melakukan aksi apapun. Untuk sementara ini, TNI masih menyikapinya dengan cara memantau dan mengikuti perkembangan di lapangan. Karena, terkait dengan situasi di Aceh masih menjadi tugas dan fungsi kepolisian. "Apabila nanti eskalasi sudah sampai kepada penanganan oleh TNI, sesuai dengan tugas dan fungsi yang diatur dalam undang-undang, barulah kita ikut terlibat. Jadi, untuk sementara ini langkah-langkah di lapangan sementara dilakukan rekan-rekan Kepolisian". Lagipula, tambahnya, hingga kini pihak Polri belum meminta bantuan apapun. "Mudah-mudahan semua dapat terselesaikan dalam waktu dekat".
Terlepas dari pembagian fungsi dan tugas Polri-TNI dalam penanggulangan terorisme, Sagoem mengaku pihak luar negeri seperti Amerika Serikat belum memberi tanggapan resmi mengenai keberadaan tempat pelatihan teroris di Aceh. Situasi dan kondisi seperti ini menjadi penting, mengingat beberapa waktu mendatang Presiden Barrack Obama akan berkunjung ke Indonesia. Namun, apapun respon atau komentar Amerika terhadap kondisi di Indonesia, Sagoem berharap tidak akan dijadikan hal yang luar biasa.
"Kita belum mendapat komentar yang resmi dari pemerintah (Amerika). Tapi, kita harus memahami kalaupun ada komentar dari pemerintah (Amerika) itu hal biasa, sebagaimana pemerintah kita juga biasa memberikan respon atau kometar apabila ada hal yang sama di negara tetangga," ujarnya.
Jadi, Sagoem menambahkan, "saya pikir ini tidak perlu ada yang dikuatirkan. Sepanjang langkah-langkah pengamanan telah direncakan. Pihak Polri kita anggap nanti bisa menyelesaikan permasalahan (terorisme) ini".
Sabtu, 06 Maret 2010
Penghargaan Khusus kepada ketua Umum PPAT
Sri Rahma Chandrawati, SH
Property & Bank Award ke III,belum lama ini memberkan penghargaan Khusus kepada ketua Umum PPAT.penhargaan itu diterimanya disalah satu Hotel Di Jakarta..Sri Rahma Chandrawati, SH sangat bersyukur atas apa yang ia peroleh saat ini. Di panggung bisnis Sri Rahma Chandrawati di kenal sebagai seorang Notaris / Pejabat Pembuat Akta Tanah. Baginya menyandang tiga profesi sekaligus sebagai Notaris, PPAT, dan Pejabat lelang, bukanlah pekerjaan yang mudah karena berada di bawah tiga instansi yang berbeda, yaitu Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia, Badan Pertahanan Nasional dan Departemen Keuangan. Namun denagn memberikan pelayanan yang khas dan lebih dari yang lain bisa menjadi pertimbangan bagi pengguna jasa. Ada 9 Prinsip yang selalu mengiringi Sri Rahma Chandrawati dalam berkarir. Prinsip-prinsip tersebut adalah harus punya etika, memiliki kejujuran dan integritas bertanggung jawab pada profesi dan jabatan, hormat pada aturan dan hukum masyarakat, hormat pada hak orang lain, cinta pada pekerjaan, berusaha terus untuk menabung dan investasi, bekerja keras selalu tepat waktu. Prinsip tersebut hingga kini ia jalani dengan sungguh-sungguh, yang paling utama bagi Sri Rahma Chandrawati adalah selalu memberikan yang terbaik “ Soal hasilnya, sepenuhnya kita serahkan kepada Allah SWT. Jika hal tersebut dapat dilakukan maka orang lain dapat menghargai kita, “ sebagai pengelola balai lelang swasta, Sri Rahma Chandrawati yang berkarir sebagai pejabat lelang menjamin tidak akan terjadi conflict of interes. Sri Rahma Chandrawati sangat mendukung kar
suaminya yang ingin memajukan lelang di indonesia, karena menurutnya sudah saatnya di indonesia di terapkan proses penjualan transparan melalu lelang yang profesional demi mencapai efisiensi. Sejak akhir tahun 2006 lalu ia di lantik sebagai penyandang profesi pejabat lelang independen. Di era globalisasi saat ini, di mana seorang wanita dapat dengan leluasa meniti karir dan menjalankan setumpuk aktifitasnya di luar rumah Sri Rahma Chandrawati bisa menjadi contoh dan panutan. Tanpa meninggalkan kodrat sebagai seorang ibu yang di tuntut harus bisa berbagi kasih dan perhatian terhadap anaknya, Sri Rahma Chandrawati tetap sukses dalam berkarir sebagai pejabat lelang.
PPAT Minta Perpanjangan Pensiun
Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) meminta agar pemerintah memperpanjang usia pensiun PPAT.
Dalam Peraturan Pemerintah nomor 37 Tahun 1998 disebutkan PPAT berhenti menjabat karena meninggal dunia, atau telah mencapai usia 65 (enam puluh lima) tahun, atau diangkat dan mengangkat sumpah jabatan atau melaksanakan tugas sebagai Notaris dengan tempat kedudukan di Kabupaten/Kota Daerah Tingkat II yang lain daripada daerah kerjanya sebagai PPAT atau diberhentikan oleh Menteri.
Hal tersebut diutarakan oleh Ketua Umum IPPAT, Sri Rachma Chandrawati kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pembukaan rapat kerja nasional II dan upgrading IPPAT di Istana Wapres, “Kami minta usia pensiun diperpanjang sampai 67 tahun. Bapak Wapres saat ini sudah berumur 67 tahun, tetapi masih gesit dalam melayani masyarakat,” ucapnya.
Sri beralasan perpanjangan masa usia pensiun diperlukan agar PPAT dapat melayani masyarakat secara lebih maksimal. Selain itu, lanjut Sri, untuk menangani nota-nota otentik diperlukan pengalaman dan kedewasaan dari PPAT.(Halim)
.
Property & Bank Award ke III,belum lama ini memberkan penghargaan Khusus kepada ketua Umum PPAT.penhargaan itu diterimanya disalah satu Hotel Di Jakarta..Sri Rahma Chandrawati, SH sangat bersyukur atas apa yang ia peroleh saat ini. Di panggung bisnis Sri Rahma Chandrawati di kenal sebagai seorang Notaris / Pejabat Pembuat Akta Tanah. Baginya menyandang tiga profesi sekaligus sebagai Notaris, PPAT, dan Pejabat lelang, bukanlah pekerjaan yang mudah karena berada di bawah tiga instansi yang berbeda, yaitu Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia, Badan Pertahanan Nasional dan Departemen Keuangan. Namun denagn memberikan pelayanan yang khas dan lebih dari yang lain bisa menjadi pertimbangan bagi pengguna jasa. Ada 9 Prinsip yang selalu mengiringi Sri Rahma Chandrawati dalam berkarir. Prinsip-prinsip tersebut adalah harus punya etika, memiliki kejujuran dan integritas bertanggung jawab pada profesi dan jabatan, hormat pada aturan dan hukum masyarakat, hormat pada hak orang lain, cinta pada pekerjaan, berusaha terus untuk menabung dan investasi, bekerja keras selalu tepat waktu. Prinsip tersebut hingga kini ia jalani dengan sungguh-sungguh, yang paling utama bagi Sri Rahma Chandrawati adalah selalu memberikan yang terbaik “ Soal hasilnya, sepenuhnya kita serahkan kepada Allah SWT. Jika hal tersebut dapat dilakukan maka orang lain dapat menghargai kita, “ sebagai pengelola balai lelang swasta, Sri Rahma Chandrawati yang berkarir sebagai pejabat lelang menjamin tidak akan terjadi conflict of interes. Sri Rahma Chandrawati sangat mendukung karsuaminya yang ingin memajukan lelang di indonesia, karena menurutnya sudah saatnya di indonesia di terapkan proses penjualan transparan melalu lelang yang profesional demi mencapai efisiensi. Sejak akhir tahun 2006 lalu ia di lantik sebagai penyandang profesi pejabat lelang independen. Di era globalisasi saat ini, di mana seorang wanita dapat dengan leluasa meniti karir dan menjalankan setumpuk aktifitasnya di luar rumah Sri Rahma Chandrawati bisa menjadi contoh dan panutan. Tanpa meninggalkan kodrat sebagai seorang ibu yang di tuntut harus bisa berbagi kasih dan perhatian terhadap anaknya, Sri Rahma Chandrawati tetap sukses dalam berkarir sebagai pejabat lelang.
PPAT Minta Perpanjangan Pensiun
Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) meminta agar pemerintah memperpanjang usia pensiun PPAT.
Dalam Peraturan Pemerintah nomor 37 Tahun 1998 disebutkan PPAT berhenti menjabat karena meninggal dunia, atau telah mencapai usia 65 (enam puluh lima) tahun, atau diangkat dan mengangkat sumpah jabatan atau melaksanakan tugas sebagai Notaris dengan tempat kedudukan di Kabupaten/Kota Daerah Tingkat II yang lain daripada daerah kerjanya sebagai PPAT atau diberhentikan oleh Menteri.
Hal tersebut diutarakan oleh Ketua Umum IPPAT, Sri Rachma Chandrawati kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pembukaan rapat kerja nasional II dan upgrading IPPAT di Istana Wapres, “Kami minta usia pensiun diperpanjang sampai 67 tahun. Bapak Wapres saat ini sudah berumur 67 tahun, tetapi masih gesit dalam melayani masyarakat,” ucapnya.
Sri beralasan perpanjangan masa usia pensiun diperlukan agar PPAT dapat melayani masyarakat secara lebih maksimal. Selain itu, lanjut Sri, untuk menangani nota-nota otentik diperlukan pengalaman dan kedewasaan dari PPAT.(Halim)
.
Kapolda Jateng Tangkap Wasit
· Kapolda Jateng Tangkap Wasit
· SEMARANG - PSIS Semarang sukses memenuhi target merebut poin penuh saat menjamu Mitra Kukar dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama 2009-2010 kemarin sore (19/2) di Stadion Jatidiri Semarang. Gol kemenangan PSIS dicetak Cristiano Lopes melalui heading keras pada menit ke-30 dan sontekan pemain baru Tomy Oeripka pada menit ke-61.
Kemenangan itu sekaligus revans setelah pada putaran pertama lalu PSIS dikandaskan 0-2 di Tenggarong. Namun, kemenangan PSIS tersebut "ternoda" dengan penangkapan seluruh perangkat pertandingan oleh polisi atas perintah Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo.
Aksi tegas Kapolda itu spontan membuat gempar Stadion Jatidiri yang dipenuhi 10 ribu penonton. Setelah wasit Dedy Wahyudi dari Denpasar meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, belasan aparat berpakaian preman menguntit wasit dan dua asistennya serta pengawas pertandingan (PP) ke ruang ganti. Setelah berganti pakaian, keempatnya diangkut dengan mobil polisi ke Polwiltabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan. Mereka adalah wasit Dedy Wahyudi (Denpasar), asisten wasit I Fajar Riyadi (DIJ), asisten wasit II Sutopo (Surabaya), dan PP Khairul Agil.
Tanda-tanda bakal diprosesnya wasit oleh polisi itu tampak ketika Kapolda yang tak berseragam dinas turun dari tribun dan menghampiri Khairul Agil saat jeda pertandingan. Orang pertama di jajaran Polda Jateng tersebut terlihat begitu marah. Dengan raut wajah yang emosional, Kapolda tampak menghardik Khairul. Sesekali jenderal berbintang dua itu menunjuk-nunjuk muka Khairul sambil bicara keras.
Ketika kembali ke tribun, Kapolda menegaskan akan memeriksa dan memproses wasit serta seluruh perangkat pertandingan yang bertugas dalam laga tersebut. Kapolda mencurigai wasit bertindak tidak adil saat memimpin laga tersebut.
"Mereka akan saya periksa, banyak keputusan yang tidak adil selama babak pertama. Ini bisa membuat pemain berkelahi di lapangan dan berpotensi rusuh. Setelah pertandingan, mereka diperiksa," ujar Kapolda dengan raut muka marah.
Dalam pertandingan kemarin, memang ada dua keputusan wasit yang seperti menguntungkan PSIS dan membuahkan protes pemain-pemain tamu. Saat Lopes mencetak gol melalui heading pada menit ke-30 dengan memanfaatkan umpan crossing Miro Baldo Bento, posisi Lopes memang tidak jelas -offside atau muncul dari belakang. Namun, pemain Mitra menganggap Lopes offside. Mereka pun memprotes keras meski wasit Dedy tetap pada keputusannya.
Kemudian pada menit ke-44, Dedy menghadiahi pemain tamu Rendi Irawan dengan dua kartu kuning berturut-turut yang berbuah kartu merah. Randi dianggap memprotes berlebihan sehingga wasit mengganjarnya dengan dua kartu kuning langsung. Setelah insiden itulah, Kapolda turun ke meja PP dan tampak memarahinya.
Hingga tadi malam, empat perangkat pertandingan tersebut masih diperiksa intensif di MapolwiltabesSemarang . Kapolwil Semarang Kombes Pol Edwardsyah Pernong tidak mengangkat ponselnya saat dihubungi
Kapolres Semarang Selatan AKBP Nurcholis saat dihubungi mengatakan, wasit diperiksa karena dicurigai menerima suap sehingga keputusannya banyak menguntungkan PSIS. "Kami sedang interogasi, kenapa kok mudah sekali dia mencabut kartu merah dan banyak keputusan lain yang tidak adil. Barangkali saja dia menerima suap, kami akan dalami itu," papar Nurcholis.
Kemenangan itu sekaligus revans setelah pada putaran pertama lalu PSIS dikandaskan 0-2 di Tenggarong. Namun, kemenangan PSIS tersebut "ternoda" dengan penangkapan seluruh perangkat pertandingan oleh polisi atas perintah Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo.
Aksi tegas Kapolda itu spontan membuat gempar Stadion Jatidiri yang dipenuhi 10 ribu penonton. Setelah wasit Dedy Wahyudi dari Denpasar meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, belasan aparat berpakaian preman menguntit wasit dan dua asistennya serta pengawas pertandingan (PP) ke ruang ganti. Setelah berganti pakaian, keempatnya diangkut dengan mobil polisi ke Polwiltabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan. Mereka adalah wasit Dedy Wahyudi (Denpasar), asisten wasit I Fajar Riyadi (DIJ), asisten wasit II Sutopo (Surabaya), dan PP Khairul Agil.
Tanda-tanda bakal diprosesnya wasit oleh polisi itu tampak ketika Kapolda yang tak berseragam dinas turun dari tribun dan menghampiri Khairul Agil saat jeda pertandingan. Orang pertama di jajaran Polda Jateng tersebut terlihat begitu marah. Dengan raut wajah yang emosional, Kapolda tampak menghardik Khairul. Sesekali jenderal berbintang dua itu menunjuk-nunjuk muka Khairul sambil bicara keras.
Ketika kembali ke tribun, Kapolda menegaskan akan memeriksa dan memproses wasit serta seluruh perangkat pertandingan yang bertugas dalam laga tersebut. Kapolda mencurigai wasit bertindak tidak adil saat memimpin laga tersebut.
"Mereka akan saya periksa, banyak keputusan yang tidak adil selama babak pertama. Ini bisa membuat pemain berkelahi di lapangan dan berpotensi rusuh. Setelah pertandingan, mereka diperiksa," ujar Kapolda dengan raut muka marah.
Dalam pertandingan kemarin, memang ada dua keputusan wasit yang seperti menguntungkan PSIS dan membuahkan protes pemain-pemain tamu. Saat Lopes mencetak gol melalui heading pada menit ke-30 dengan memanfaatkan umpan crossing Miro Baldo Bento, posisi Lopes memang tidak jelas -offside atau muncul dari belakang. Namun, pemain Mitra menganggap Lopes offside. Mereka pun memprotes keras meski wasit Dedy tetap pada keputusannya.
Kemudian pada menit ke-44, Dedy menghadiahi pemain tamu Rendi Irawan dengan dua kartu kuning berturut-turut yang berbuah kartu merah. Randi dianggap memprotes berlebihan sehingga wasit mengganjarnya dengan dua kartu kuning langsung. Setelah insiden itulah, Kapolda turun ke meja PP dan tampak memarahinya.
Hingga tadi malam, empat perangkat pertandingan tersebut masih diperiksa intensif di Mapolwiltabes
Kapolres Semarang Selatan AKBP Nurcholis saat dihubungi mengatakan, wasit diperiksa karena dicurigai menerima suap sehingga keputusannya banyak menguntungkan PSIS. "Kami sedang interogasi, kenapa kok mudah sekali dia mencabut kartu merah dan banyak keputusan lain yang tidak adil. Barangkali saja dia menerima suap, kami akan dalami itu," papar Nurcholis.
Baku Tembak Densus 88 dengan Teroris di Aceh Besar, Satu Densus Tewas
Baku Tembak Densus 88 dengan Teroris di Aceh Besar, Satu Densus Tewas
Berdasar informasi yang dihimpun Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), seorang personel Densus 88 tewas dalam baku tembak dengan kelompok teroris bersenjata di kawasan perbukitan antara Lamkabeu dan Lamteuba, Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Kamis malam (4/3). Selain itu, sebelas personel Brimob luka-luka. Hingga kemarin (5/3), para korban dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Direktur RSUZA Banda Aceh dr Taufik Mahdi SpOG mengatakan, pihaknya menerima sebelas pasien dari Brimob Polda Aceh. Seorang di antara mereka harus mendapatkan perawatan intensif karena luka tembak di bawah ketiak akibat peluru menembus punggung dan mengenai paru-paru sedalam 2 cm.
''Proyektil peluru sudah kami keluarkan melalui operasi. Kondisinya sekarang mulai membaik setelah mendapatkan penanganan medis,'' tuturnya.
Taufik mengatakan, secara umum personel Brimob yang dirawat lima orang. Kondisi enam anggota Brimob yang lain tidak terlalu parah sehingga cukup berobat jalan. ''Secara umum, mereka hanya luka ringan terkena peluru. Peluru bersarang di tubuh hanya dialami satu personel,'' jelasnya.
Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri membenarkan soal kabar tewasnya personel Densus 88 dalam baku tembak di Aceh Besar. ''Menurut keterangan saksi anggota yang bersama mereka, ya (personel Densus 88 itu) diduga sudah meninggal,'' kata Kapolri di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.
Kendati begitu, Kapolri juga menyatakan bahwa jenazah personel Densus 88 tersebut belum ditemukan. ''Yang luka ringan (dari pihak Polri) empat orang. Yang luka-luka empat orang masih di rumah sakit. Yang meninggal seorang sampai hari ini (kemarin, Red) belum bisa ditemukan karena dibawa dengan senjatanya oleh mereka (kelompok teroris),'' papar Kapolri. ''Kami masih melakukan pengejaran,'' lanjutnya.
Dari pihak teroris, kata Kapolri, tiga orang terluka. Tetapi, mereka melarikan diri. Polri juga menangkap 14 teroris yang beraksi di Aceh. ''Insya Allah, lebih kurang 30-an (teroris yang masih diburu),'' terangnya.
Kapolri tidak bersedia menjelaskan apakah teroris di Aceh terkait jaringan teroris di tanah air selama ini. Dia beralasan, jika diungkap sekarang, itu akan mengganggu pengejaran. ''Nanti saya jelaskan supaya tidak terputus,'' katanya.
Kapolri juga menolak menjelaskan secara lebih detail soal target serangan teroris dan antisipasi yang dilakukan polisi. ''Nanti saja. Pokoknya, anak-anak sedang bertugas sekarang,'' jawabnya.
Menurut Kapolri, para teroris yang beraksi di Aceh tersebut bersenjata lengkap. Jenisnya sudah diketahui karena sebagian sudah disita polisi. ''(Senjata) yang disita empat pucuk. AK dan M-16,'' tuturnya.
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta aparat memberantas aktivitas terorisme di Aceh. SBY mengatakan, teroris tersebut bukan unsur GAM dan ingin mengesankan situasi di Aceh tidak aman.
''Ini bukan unsur GAM yang dulu. Benar-benar kelompok teroris yang mengorganisasi diri dengan rapi, memilih tempat-tempat latihan di Aceh,'' kata SBY dalam rapat kabinet terbatas bidang polhukam di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin. Rapat dihadiri Wapres Boediono dan para menteri bidang polhukam.
SBY mengapresiasi jajaran polhukam, terutama Polri, yang melaksanakan operasi pemberantasan sel-sel terorisme di Aceh. SBY meminta aparat keamanan bekerja sama sebaik-baiknya dengan para bupati, wali kota, ulama, dan tokoh masyarakat di Aceh. ''Sampaikan betul bahwa ini adalah sel dan unsur teroris. Saya mendapat laporan bahwa pemimpinnya bukan orang Aceh dan sebagian di antara mereka berasal dari luar Aceh,'' papar SBY.
Presiden mengatakan, ancaman terorisme di dunia masih ada. ''Sel-sel terorisme masih bekerja, baik di luar maupun di dalam negeri,'' katanya. Karena itu, lanjut SBY, kepolisian, BIN (Badan Intelijen Negara) dan TNI harus melakukan segala upaya untuk mencegah.
Pemberantasan terorisme tetap menjadi agenda utama penegakan hukum dan keamanan. ''Rakyat menginginkan negara kita aman agar kegiatan mereka sehari-hari bisa dilakukan, apakah berdagang, bertani, dan sebagainya,'' kata presiden. Dunia usaha dan aktivitas ekonomi, tutur SBY, juga memerlukan jaminan keamanan dalam negeri.
Dalam perkembangan lain, pascabaku tembak di Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, warga dua desa (Desa Bayu dan Alue Dua) terpaksa mengungsi ke Desa Lamkabeu yang hanya berjarak 3-4 kilometer dari lokasi baku tembak.
Bit Ali, 75, warga Desa Alue Dua, bersama enam anggota keluarganya terpaksa menumpang di rumah sanak famili di Lamkabue karena lokasi baku tembak hanya beberapa meter di belakang rumahnya. ''Kami sudah diberi tahu agar tidak kembali sebelum petugas mengatakan keadaan aman,'' katanya kepada Rakyat Aceh kemarin.
Dia menuturkan, saat terjadi baku tembak itu, dirinya bersama sejumlah warga Alue Dua dan Desa Bayu sedang melayat ke rumah Nurbani, korban tewas akibat peluru nyasar yang diduga berasal dari kelompok teroris. Setelah pemakaman, warga dua desa diminta keluar dari desa mereka.
Warga Desa Bayu, Ayun, Meunasah Tunong, Mange, dan Bateu Lhe juga terpaksa tidur di lantai karena takut kena peluru nyasar akibat baku tembak. Warga juga tidak berani menyetel televisi, radio, dan tape.
Berdasar pengamatan Rakyat Aceh, pukul 10.15 hingga menjelang salat Jumat kemarin, 10 truk pasukan Brimob tiba di Lamkabeu. Mereka berasal dari Brimob Kelapa Dua, Depok, untuk menggantikan personel yang bertugas sebelumnya.
TNI Siaga
Mabes TNI masih menahan diri untuk tidak terjun langsung ke Aceh Besar guna memburu teroris. TNI tidak ingin kehadiran mereka mengganggu operasi yang dilakukan Densus 88 Mabes Polri.
''Posisi kami standby saja,'' ujar Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen kemarin (5/3). Sagom kemarin bertandang ke Mabes Polri untuk berkoordinasi terkait kerja sama pengamanan TNI-Polri.
Menurut Sagom, TNI (dalam hal ini Kodam Iskandar Muda) terus memantau perkembangan penanganan polisi. ''Kami berangkat dari apa yang menjadi fungsi dan tugas Polri. TNI sementara ini menyikapi dengan cara memantau dan mengikuti perkembangan di lapangan,'' kata mantan Kadispen TNI-AU tersebut.
Berdasar informasi di lapangan, perkembangan kelompok di Aceh belum memerlukan penanganan TNI. ''Kami yakin polisi mampu,'' ujarnya.
Sagom menjelaskan, TNI baru bertindak apabila situasi di Aceh mulai tidak kondusif. Misalnya, muncul milisi bersenjata dan mengancam simbol-simbol negara.
Sesuai dengan tugasnya, TNI siap membantu Polri melakukan pengamanan dan penanganan. Apalagi, TNI juga memiliki satuan-satuan untuk menindak teror, seperti Sat-81 Gultor Kopassus atau Denjaka Marinir TNI-AL .
''Apabila nanti eskalasi mengarah pada tugas dan fungsi TNI, kami siap (turun ke lapangan). Tapi, sejauh ini belum. Juga, belum ada permintaan dari kepolisian,'' tuturnya.
Kemarin 14 tersangka teror diterbangkan dari Aceh menuju Jakarta. Mereka mendarat di Bandara Halim Perdanakusumah dan langsung dibawa ke Rutan Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Menurut Kadivhumas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang, penanganan mereka sekarang di bawah kendali Densus 88 Mabes Polri. ''Untuk wajah (para tersangka terorisme), kami tidak bisa ekspos karena masih diperlukan untuk pengembangan. Itu strategi tim penyidik,'' katanya.
Senin, 01 Maret 2010
Sammy Kerispatih dipolisikan oleh seorang wanita.
Sammy Kerispatih dipolisikan oleh seorang wanita.
Sammy Kerispatih dipolisikan oleh seorang wanita. Vokalis tenar itu dituduh mencuri mobil Honda Civic warna hitam. Nama Hendra Samuel Simorangkir atau biasa disapa Sammy sangat dikenal sebagai vokalis Kerispatih. Namun, di pengujung 2009 dia dituduh melakukan pencurian mobil Honda Civic hitam B 915 KA.
Serunya, mobil itu milik seorang wanita bernama Giska alias Sekar Mawar. Sammy pun dijemput petugas Kepolisian pada Rabu, (9/12) pekan lalu, untuk menjalani pemeriksaan di Polsek Mampang. Sekitar 11 jam dia diperiksa sebagai saksi atas kasus tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Mampang. Jakarta Selatan, Iptu Syamsudin mengatakan, seorang wanita yang ngefans Kerispatih menuduh Sammy telah mencuri sebuah mobil. "Dia masih kami periksa apakah benar dia mengambil mobil wanita itu." tukasnya.
Menurut informasi yang dihimpun, mulanya Sammy berkunjung ke kawasan Kemang.
Namun, dugaan lain menyebutkan jika Giska mengajak Sammy untuk bertemu di Kemang Food Festival, tapi yang ditunggu tidak datang-datang. Akhirnya Giska menuju mobilnya yang telah diparkir, naman seorang petugas mengatakan kalau mobilnya sudah diambil oleh pria yang mirip vokalis band ternama itu. Namun polisi belum bisa memastikan apakah benar dia mengambil mobil wanita itu."Status Sammy masih sebagai saksi," ujar salah satu petugas Polres Jakarta Selatan.
Meski menjalani pemeriksaan, Sammy sempat dikunjungi kerabat dari Manajemen Kerispatih serta pengacaranya. Pelantun tembang ‘Tapi Bukan Aku’ ini datang ke kantor polisi mengenakan kaos hitam dan berkacamata hitam.
Kepada wartawan ia mengatakan, “Biasalah, lagi ngobrol-ngobrol saja,” katanya santai ketika keluar dari ruang Kanit Reskrim Polsek Mampang Prapatan Iptu Syamsudin di lantai dua. Ia juga meminta wartawan menanyakan kasusnya pada pengacaranya.
Tak terlihat tegang, Sammy justru tampak mengumbar senyum kepada wartawan yang menunggunya. “Gue menunggu Kanit,” ungkapnya. Rencananya, setelah menjalani pemeriksaa akan keluar langsung ke
Menurut Sammy, kasus ini bermula dari laporan Giska, model, yang menuduh mencuri mobilnya. Sammy disebut mencuri Honda Civic hitam B 915 KA. “Kronologisnya, cewek itu melapor. Tiba-tiba anggota kepolisian menciduk gue. Karena gue merasa benar, jadi gue nurut,” jelasnya.
Giska melaporkan Sammy Selasa (8/12) lalu. Dihadapan polisi penyidik, perempuan itu menyebutkan Sammy membawa mobilnya dari Kemang Food Fest, Jakarta Selatan. “Padahal saat itu gue di tempat lain. Tiba-tiba gue dijemput polisi di rumah,” ungkap Sammy. “Cewek itu sudah bikin BAP (berita acara pemeriksaan).”
Sammy yang menuding perempuan itu “psikopat”, dan berencana menuntut balik. “Status gue sekarang masih saksi. Gue sedang proses menuntut balik,” kata Sammy yang mengaku membuat laporan balik di Polsek Mampang Prapatan.
Hal sebaliknya disampaikan kuasa hukum Giska, Rivai Zakaria. “Yang punya mobil bernama Giska. Klien saya kenal cukup lama dengan Sammy,” tegas Rivai Zakaria. “Mobil yang hilang itu Honda Civic hitam dengan nomor polisi B 915 KA. Sama dengan nama klien saya,” sambungnya di kantor polisi. “
Meski demikian Sammy tetap mengaku tidak membawa kabur mobil New Civic milik Giska. Untuk meyakinkan itu, pria kelahiran
Ferry menambahkan, "Makanya kita minta dapatkan dulu mobilnya biar bisa diurut kejadiannya. Kita lihat ada sesuatu di balik ini. Apa motifnya dia saya juga kurang tahu, saya gak bisa ngomong sekarang. Jangan melebarkan masalah ini lah." sofyan hadi
Sammy Serang Balik
Kasus pencurian mobil yang diduga melibatkan Sammy "Kerispatih" bergulir bak bola liar. Entah apa motivasinya, Sekar Mawar alias Giska, yang melaporkan Sammy ke pihak kepolisian atas hilangnya mobil Honda Civic miliknya, mengaku mendapatkan ancaman dari Sammy.
Kuasa hukum Giska, Rivai Zakaria, SH, membenarkan adanya ancaman tersebut. "Klien kami diancam bakal berurusan dengan backing (orang kuat) oleh Sammy. Karena merasa diancam, makanya dia hire saya," ujarnya saat ditemui di Polsek Mampang, Jakarta Selatan Rabu (9/12) pekan lalu.
Ancaman itu, kata Rivai, muncul setelah kliennya melaporkan kejadian kehilangan mobilnya di Club 999 Kemang pada Rabu dini hari. Setelah mendengarkan kesaksian petugas parkir, Giska merasa yakin Sammy lah yang membawa kabur mobil miliknya itu. "Dia (Sammy) bilang, 'Awas kalau berani lawan saya. Saya punya backing'," kata Rivai menirukan ucapan Sammy kepada kliennya.
Meski begitu, pihak Giska tak merasa gentar dengan ancaman tersebut. "Enggak takutlah kalau dia sebut nama pejabat. Kalau kita benar, kita enggak perlu takut. Berani enggak pejabat itu dicopot jabatannya," tegas Rivai. Rivai hanya berharap Sammy mengaku salah atas perbuatan yang dilakukannya. "Biasalah, kalau salah sudah ngaku aja, bilang khilaf atau mabuk," kata Rivai.
Terkait tudingan bahwa kliennya seorang psiko, Rivai menantang Sammy membuktikan tudingannya itu. "Kata siapa klien saya psiko? Coba deh dia disuruh nulis hitam di atas putih pasti berani. Klien saya normal kok." sofyan hadi
Kronologis Kasus Sammy Kerispatih yang cukup menggempakan bagi masyarakat. Memang secara logika dan analisa akal, rasanya hal yang kurang bisa diterima, seorang Sammy Jo yang cukup kaya mau melakukan pencurian mobil seperti yang dituduhkan oleh Giska di bawah ini.
Namun kita tak bisa memastikan segala sesuatunya tentang Kasus Samy Kerispatih ini, sebelum adanya kepastian yang sangat jelas, serta kasus ini bisa selesai. Sammi Kerispatih yang sedang menghadapi kasus yang menimpanya ini, tak bisa kita tuduh bersalah atau tidak dalam kasus ini.Kita tunggu saja perkembangan kasus Sammy Kerispatih ini selanjutnya.
Giska, wanita yang menjadi korban pencurian mobil oleh Sammy 'Kerispatih', sudah menunjuk seorang pengacara untuk menghadapi kasusnya. Sammy dilaporkan Giska mencuri mobil Honda Civic warna hitam bernopol B 915 KA. Sammy menganggapnya hanya fitnah. Bagaimana kronologis sebenarnya kejadian tersebut?
Menurut Giska yang berprofesi model, pada Rabu (9/12/2009) dinihari, dirinya dan teman-temannya berada di Kemang Food Fest, Jakarta Selatan. Di waktu bersamaan, Sammy mengajak Giska bertemu di Cafe 999 yang juga berada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Namun alangkah kagetnya Giska melihat mobilnya menghilang. Bagaimana mungkin kunci mobil masih berada di tangan petugas Valet Parking, tapi mobil bisa keluar dari kawasan Kemang Food Fest?
Giska lalu bertanya kepada petugas Valet. Petugas parkir mengatakan bahwa yang membawa mobil adalah vokalis band Kerispatih. Kecurigaan Giska langsung tertuju kepada Sammy.
Karena sudah menaruh curiga kepada Sammy, Giska lalu teringat kejadian hilangnya kunci mobil di apartemennya di kawasan Tanjung Duren, sebulan silam. Kebetulan saat itu Sammy berada di apartemen tersebut bersama teman-temannya.
Tanpa pikir panjang, Giska langsung melaporkan kejadian hilangnya mobil miliknya itu ke Polsek Mampang, Jakarta Selatan.
Namun hal berbeda dikatakan oleh pihak Sammy. Versi Sammy melalui pengacaranya Ferry Amahorseya, pada Selasa 8 Desember 2009 malam hingga Rabu dinihari, Sammy bersama teman-temannya berada di Senayan City, Jakarta Selatan. Di Senayan City, Sammy juga bersama Giska, gadis yang kenalnya dua bulan lalu di tempat yang sama.
Pada Rabu, 9 Desember 2009, pukul 00.30, Sammy bergegas menuju Café 999 yang berada di Kemang, Jakarta Selatan. Sammy pun berpisah dengan Giska menuju kafe tersebut.
Tanpa sepengetahuan Sammy, ternyata Giska juga berada di Kemang. Namun Sammy mengelak dituding mengajak Giska bertemu. Semua keterangan yang diklaim Giska, praktis dibantah oleh Sammy dengan alibi keduanya berada di tempat berbeda saat kejadian raibnya mobil Giska.
Sekira pukul 04.00 WIB tadi, Sammy yang sedang berada di rumahnya digelandang polisi untuk dimintai keterangan di Polsek Mampang, Jakarta Selatan, atas laporan pencurian yang diadukan Giska. Status Sammy saat ini masih sebagai saksi. (
"Awalnya, Giska mengajak Sammy untuk bertemu di Kemang FoodFest, tapi yang ditunggu tidak datang-datang, ketika Giska hendak menuju mobilnya, seorang petugas mengatakan kalau mobilnya sudah diambil. Sang petugas menggambarkan orang yang mengambil mobil Giska seperti Sammy 'Kerispatih'," ujar Rivai Zakaria yang ditemui di Polsek Mampang Prapatan, 9 Desember 2009.
Sementara, kunci mobil dan STNK mobil Giska masih ada di tangan petugas valet. Giska juga pernah bercerita kalau ia menyimpan kunci kontak di apartemen miliknya, yang sering dikunjungi Sammy.
"Menurut Giska, barang bukti berupa kunci kontak itupun diketahui sudah hilang," tambah pengacara Giska lagi. Wanita berusia 21 tahun itu, mengatakan baru sekitar 3 atau 4 kali bertemu dengan Sammy, vokalis grup band 'Kerispatih' tersebut.
Pengacara Sammy, Ferry Amahorsea, menyanggah bila klielnnya dituduh mencuri mobil. Ferry bercerita mengenai versi lain dari kasus Sammy.
Ferry mengklarifikasi soal kronologi cerita yang disampaikan pengacara Giska, Rivai Zakaria, yang dinilai merugikan pihak kliennya.
"Jadi gini, tadi malam Sammy ada di senayan city dengan teman-temannya. Lalu Sammy melanjutkan acara ke sebuah club 999, Kemang, dan keluar dari
Ferry menegaskan tuduhan Giska sangat rancu, karena Sammy tidak pergi ke Food Fest Kemang seperti yang sudah dikatakan Giska.
"Makanya kita minta dapatkan dulu mobilnya biar bisa diurut kejadiannya. Kita melihat ada sesuatu di balik ini. Apa motifnya dia, saya juga kurang tahu, saya nggak bisa ngomong sekarang. Tolong, jangan melebarkan masalah ini," papar Ferry.
Sabtu, 27 Februari 2010
Syafrizal Maju Pada Pilkada 2010
Syafrizal Maju Pada Pilkada 2010
Drs. Syafrizal J, M.Si
Bupati definitive pertama Solsel ini, sekarang dalam tahap pemulihan setelah melakukan operasi cangkok ginjal di Cina beberapa waktu lalu. Kendati kondisinya belum seratus persen pulih,Syafrizal yang dikenal humoris dan merakyat ini, tetap melakukan aktivitasnya sebagai kepala daerah.
Hari pertama masuk kerja, setelah operasi cangkok ginjal, Syafrizal langsung memimpin rapat koordinasi persiapan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Solsel yang ke 6 di Kantor Bupati dan dilanjutkan dengan jumpa pers tentang pelaksanaan CPNS tahun 2009.
tetap melakukan aktivitasnya sebagai kepala daerah.
ketika disinggung tentang pilkada,Safrizal mengatakan keterbukaan dan siap berkompetisi.
"Sekarang memang harus terbuka, saya akan maju jika kesehatan mendukung," katanya,
Mengenai 'kendaraan' yang akan dipakai untuk maju dalam Pilkada untuk kedua kalinya di Solsel ini, mantan ajudan purnawirawan Letjen. Azwar Anas ini mengatakan masih belum mengetahuinya.
"Sudah ada kendaraan dinas seperti Toyota Camry dan Nissan Terrano, tapi 'kendaraan' untuk maju Pilkada besok belum ada," katanya sembari becanda.
setelah menghadiri rapat paripurna pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja (RAPBD) Solsel tahun 2010 di ruang Sidang DPRD di Golden Arm, bupati langsung melakukan pembukaan Kejuaraan Karate Terbuka antar Dojo se Sumbar yang merebutkan piala Bupati.
Terakhir, yang didamping Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan, dan Kantor Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Solsel, Syafrizal meninjau kebun manggis di Ranah Pantai Cermin Kecamatan Sangir Batang Hari (SBH).
Dan pada hari ini, Kamis (31/12), Syafrizal direncanakan meninjau Pasar Tradisional Muara Labuh yang baru. (Halim)
Syafrizal Solok selatan Beberapa kali dapat Penghargaan Pangan Nasional [Photo]Masih ingat dibenak masyarakat beberapa tahun lalu,waktu itu Di tengah keraguan berbagai kalangan terhadap kemampuan daerah pemekaran dalam menggali potensi daerahnya, keberhasilan yang digapai oleh Kabupaten Solok Selatan dalam peningkatan produksi dan ketahanan pangan 2008 setidaknya menepis keraguan itu. Nama Syafrizal mulai diperhitungkan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala itu memanggil langsung Bupati Syafrizal dan menyerahkan Penghargaan Ketahanan Pangan dan Peningkatan satu-satunya kabupaten pemekaran di Sumbar yang mendapat penghargaan hanya Kabupaten Solok Selatan.
SBY sempat menekankan pada bupati ini,untuk lebih meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya beberapa komoditas yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, jagung dan kedelai. Untuk beras dan jagung, SBY mengaku Indonesia sudah swasembada. Sementara untuk kedelai, hingga kini Indonesia masih bisa memproduksi 700 ribu ton per tahun. Padahal kebutuhan dalam negeri per tahun mencapai 2 juta ton.
SBY berjanji, dalam 5-10 tahun mendatang, Indonesia akan memiliki ketahanan pangan yang berkelanjutan. Asalkan Indonesia memiliki tekad dan keyakinan, kebersamaan dalam bertindak, dan peran serta pemimpinnya.
Usai menerima penghargaan, Bupati Syafrizal J menegaskan bahwa keberhasilan Solok Selatan dalam mencapai peningkatan dan ketahanan pangan bukanlah semata-mata kerja pemerintah daerah.
”Penghargaan ini sesungguhnya adalah milik masyarakat Solok Selatan dalam tiga tahun terakhir ini secara bersungguh-sungguh telah melakukan kerja keras untuk produksi pangan,” kalimat seperti itulah yang terlontar dari Syafrizal J.Dia berharap, prestasi ini mampu memberikan semangat baru baru masyarakat Solok Selatan ,katanya (*)
Penghargaan itu sendiri diberikan pemerintah melalui hasil proses usulan dari pemerintah daerah serta kelompok masyarakat lainnya, yang mengamati dan menilai keberhasilan para penerima penghargaan itu. Ketika itu Presiden SBY mengajak semua kepala daerah penerima penghargaan untuk membangun budaya dan peradaban yang baik dan bekerja untuk rakyat. bahwa semangat dan niat bekerja untuk mencapai yang terbaik, bukan sekadar bekerja saja, tapi semuanya harus untuk rakyat.katanya
Syafrizal Maju Pada Pilkada 2010
Syafrizal Maju Pada Pilkada 2010
Drs. Syafrizal J, M.Si Bupati definitive pertama Solsel ini, sekarang dalam tahap pemulihan setelah melakukan operasi cangkok ginjal di Cina beberapa waktu lalu. Kendati kondisinya belum seratus persen pulih,Syafrizal yang dikenal humoris dan merakyat ini, tetap melakukan aktivitasnya sebagai kepala daerah.
,ketika baru saja pulang berobat dari negeri china,bupati sempat berhasil diwawancari oleh Media Proteksi di Jakarta.Kepada Proteksi , ia mengaku ketika dirawat dibenaknya selalu terbayang akan pembangunan yang sempat tertunda. Dalam doanya,jika dirinya sembuh ,ia akan terus konsisten terpokus untuk kejayaan dan kemajuan SoloK Selatan.mensejahterakan masyarakat solok selatan adalah impiannya mencerdaskan dan membentuk SDM masyarakatnya adalah cita-citanyaPada 2010 ini akan memberi pendidikan gratis ditingkat SMU.Dibenaknya hanya terpikir bagaimana menyempurnakan program-program demi kemajuan daerah yang di Nakodainya.. Salah satu program nya antara lain,tahun 2010 ini akan memberikan pendidikan gratis ditingkat SMU.Bupati ini mengaku akan maju sebagai calon bupati dalam pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) mendatang.
Hari pertama masuk kerja, setelah operasi cangkok ginjal, Syafrizal langsung memimpin rapat koordinasi persiapan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Solsel yang ke 6 di Kantor Bupati dan dilanjutkan dengan jumpa pers tentang pelaksanaan CPNS tahun 2009.
tetap melakukan aktivitasnya sebagai kepala daerah.
ketika disinggung tentang pilkada,Safrizal mengatakan keterbukaan dan siap berkompetisi.
"Sekarang memang harus terbuka, saya akan maju jika kesehatan mendukung," katanya,
Mengenai 'kendaraan' yang akan dipakai untuk maju dalam Pilkada untuk kedua kalinya di Solsel ini, mantan ajudan purnawirawan Letjen. Azwar Anas ini mengatakan masih belum mengetahuinya.
"Sudah ada kendaraan dinas seperti Toyota Camry dan Nissan Terrano, tapi 'kendaraan' untuk maju Pilkada besok belum ada," katanya sembari becanda.
setelah menghadiri rapat paripurna pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja (RAPBD) Solsel tahun 2010 di ruang Sidang DPRD di Golden Arm, bupati langsung melakukan pembukaan Kejuaraan Karate Terbuka antar Dojo se Sumbar yang merebutkan piala Bupati.
Terakhir, yang didamping Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan, dan Kantor Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Solsel, Syafrizal meninjau kebun manggis di Ranah Pantai Cermin Kecamatan Sangir Batang Hari (SBH).
Dan pada hari ini, Kamis (31/12), Syafrizal direncanakan meninjau Pasar Tradisional Muara Labuh yang baru. (Halim)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala itu memanggil langsung Bupati Syafrizal dan menyerahkan Penghargaan Ketahanan Pangan dan Peningkatan satu-satunya kabupaten pemekaran di Sumbar yang mendapat penghargaan hanya Kabupaten Solok Selatan.
SBY sempat menekankan pada bupati ini,untuk lebih meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya beberapa komoditas yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, jagung dan kedelai. Untuk beras dan jagung, SBY mengaku
SBY berjanji, dalam 5-10 tahun mendatang,
Usai menerima penghargaan, Bupati Syafrizal J menegaskan bahwa keberhasilan Solok Selatan dalam mencapai peningkatan dan ketahanan pangan bukanlah semata-mata kerja pemerintah daerah.
”Penghargaan ini sesungguhnya adalah milik masyarakat Solok Selatan dalam tiga tahun terakhir ini secara bersungguh-sungguh telah melakukan kerja keras untuk produksi pangan,” kalimat seperti itulah yang terlontar dari Syafrizal J.Dia berharap, prestasi ini mampu memberikan semangat baru baru masyarakat Solok Selatan ,katanya (*)
Penghargaan itu sendiri diberikan pemerintah melalui hasil proses usulan dari pemerintah daerah serta kelompok masyarakat lainnya, yang mengamati dan menilai keberhasilan para penerima penghargaan itu. Ketika itu Presiden SBY mengajak semua kepala daerah penerima penghargaan untuk membangun budaya dan peradaban yang baik dan bekerja untuk rakyat. bahwa semangat dan niat bekerja untuk mencapai yang terbaik, bukan sekadar bekerja saja, tapi semuanya harus untuk rakyat.kata Syafrizal
Selasa, 23 Februari 2010
Luar Biasa, SK Notaris Baru Langsung Keluar Dalam Hitungan Menit!
Luar Biasa, SK Notaris Baru Langsung Keluar Dalam Hitungan Menit!
Momentum 100 hari kabinet SBY-Budiono benar-benar membawa berkah bagi ribuan candidat notaris yang telah hampir 2 tahun tak jelas harapannya karena terganjal Diklat SABH. Ditengah asa yang hampir pudar tersebut muncullah program yang bagai mimpi disiang bolong dari Menkumham Patrialias Akbar, bahwa dalam 100 hari kinerja instansinya, akan mengangkat 3.000 notaris baru. Mendengar project ini di saluran TV, awalnya, hanya skeptis dan apatisme saja yang muncul. Benarkah??
Ucapan sang mentri baru tersebut bukan isapan jempol belaka, karena perlahan tapi pasti, action dilapangan mulai nampak,karena langsung ditindak-lanjuti dengan pengumuman bahwa akan segera dilakukan diklat SABH. Pengumuman itu langsung disambar oleh para candidat, terbukti hari pertama pembukaan pendaftaran saja langsung 1.000-an candiddat yang mendaftar, demikian kata Bang Oji, salah seorang staf administrasi PP INI di Sekretariat INI Roxy Mas. Luar biasa dan fantastis!! Benar-benar tanda-tanda kebangkitan asa para candidat notaris hidup kembali.
Diklat yang dinanti-nantikan pun tiba, tak tanggung-tanggung, dibuka langsung oleh RI-2, Bpk. Budiono. Tempatnya pun tidak main-main, di the Ritz Carlton Hotel, suatu kawasan prestisius di SCBD-Jakarta.
Lagi-lagi Menkum saat pembukaan mengeluarkan statement yang mengejutkan bahwa dalam 7 (tujuh) hari SK Notaris akan segera ditangan para candidat, jika semua syarat lengkap. Statement mentri tersebut-pun bersambut, diakhir Diklat, semua peserta yang memenuhi syarat langsung menerima sertifikat, yaitu satu-satunya "dokumen sakti" yang amat ditunggu-tunggu para candidat selama ini.
Dengan lengkapnya syarat pengajuan SK notaris, tiba saatnya pengujian janji-janji menkum. Tanggal 21 Jan 2010, berbondong-bondong para candidat ke Depkum di Kawasan Rasuna Said. Ternyata, disana pun sudah "stand-by" puluhan crew yang semuanya adalah para pegawai Subdit Notariat dan AHU Depkum, telah siap dengan perangkat komputer "on-line"-nya menerima berkas para calon. Tidak kurang dari 15 unit laptop dan beberapa unit PC dilengkapi beberapa unit printer, dengan sabar melayani antrian yang cukup banyak. Awalnya memang sempat tak terkontrol karena kekurang sabaran para candidat yang ingin dilayani lebih dahulu tanpa memperhatikan lagi nomor antri. Tapi syukurlah, jajaran crew tak surut semangat pengabdiannya, dengan sabar terus melayani para candidat.
Setelah antri sekian waktu, beberapa orang tak sadar langsung berteriak, "Saya Notaris Sekarang, saya menjadi notaris sekarang!!"
Apa yang terjadi? Hampir tak dipercaya, akhirnya klimaks dari penantian panjang berujung dengan heppy, ya heppy ending. Dalam hitungan jam, SK Notaris kini dalam genggaman. Terima kasih Depkum, terima kasih pak Mentri, terima kasih juga kepada seluruh crew yang tak kenal lelah terus melayani hingga larut malam. Engkau, kini, menorehkan sejarah yang luar biasa buat para notaris baru, suatu spirit yang akan terus terjaga di dada masing-masing notaris baru.
Akhirnya, Selamat buat para rekan yang telah menerima SK, lanjutkan mimpi anda yang sempat pudar dengan mimpi-mimpi baru, tentu dengan "etika profesi Notaris sejati". Selamat dan sukses buat semua!!
Ucapan sang mentri baru tersebut bukan isapan jempol belaka, karena perlahan tapi pasti, action dilapangan mulai nampak,karena langsung ditindak-lanjuti dengan pengumuman bahwa akan segera dilakukan diklat SABH. Pengumuman itu langsung disambar oleh para candidat, terbukti hari pertama pembukaan pendaftaran saja langsung 1.000-an candiddat yang mendaftar, demikian kata Bang Oji, salah seorang staf administrasi PP INI di Sekretariat INI Roxy Mas. Luar biasa dan fantastis!! Benar-benar tanda-tanda kebangkitan asa para candidat notaris hidup kembali.
Diklat yang dinanti-nantikan pun tiba, tak tanggung-tanggung, dibuka langsung oleh RI-2, Bpk. Budiono. Tempatnya pun tidak main-main, di the Ritz Carlton Hotel, suatu kawasan prestisius di SCBD-Jakarta.
Lagi-lagi Menkum saat pembukaan mengeluarkan statement yang mengejutkan bahwa dalam 7 (tujuh) hari SK Notaris akan segera ditangan para candidat, jika semua syarat lengkap. Statement mentri tersebut-pun bersambut, diakhir Diklat, semua peserta yang memenuhi syarat langsung menerima sertifikat, yaitu satu-satunya "dokumen sakti" yang amat ditunggu-tunggu para candidat selama ini.
Dengan lengkapnya syarat pengajuan SK notaris, tiba saatnya pengujian janji-janji menkum. Tanggal 21 Jan 2010, berbondong-bondong para candidat ke Depkum di Kawasan Rasuna Said. Ternyata, disana pun sudah "stand-by" puluhan crew yang semuanya adalah para pegawai Subdit Notariat dan AHU Depkum, telah siap dengan perangkat komputer "on-line"-nya menerima berkas para calon. Tidak kurang dari 15 unit laptop dan beberapa unit PC dilengkapi beberapa unit printer, dengan sabar melayani antrian yang cukup banyak. Awalnya memang sempat tak terkontrol karena kekurang sabaran para candidat yang ingin dilayani lebih dahulu tanpa memperhatikan lagi nomor antri. Tapi syukurlah, jajaran crew tak surut semangat pengabdiannya, dengan sabar terus melayani para candidat.
Setelah antri sekian waktu, beberapa orang tak sadar langsung berteriak, "Saya Notaris Sekarang, saya menjadi notaris sekarang!!"
Apa yang terjadi? Hampir tak dipercaya, akhirnya klimaks dari penantian panjang berujung dengan heppy, ya heppy ending. Dalam hitungan jam, SK Notaris kini dalam genggaman. Terima kasih Depkum, terima kasih pak Mentri, terima kasih juga kepada seluruh crew yang tak kenal lelah terus melayani hingga larut malam. Engkau, kini, menorehkan sejarah yang luar biasa buat para notaris baru, suatu spirit yang akan terus terjaga di dada masing-masing notaris baru.
Akhirnya, Selamat buat para rekan yang telah menerima SK, lanjutkan mimpi anda yang sempat pudar dengan mimpi-mimpi baru, tentu dengan "etika profesi Notaris sejati". Selamat dan sukses buat semua!!
Senin, 18 Januari 2010
Benarkah Pengumuman Hasil Ujian PPAT akan direvisi?
Terbitnya Pengumuman Hasil Ujian PPAT yang diselenggarakan pada tgl 1-2 Des 2009 di Yogyakarta oleh BPN dengan Keputusan Panitia Penyelenggara Ujian PPAT Tahun 2009 Nomor 32 / KEP – 100.17.3 / XII / 2009 tanggal 23 Desember 2009 tentang Penetapan Hasil Evaluasi Ujian Pejabat Pembuat Akta Tanah Tahun 2009, yang di publish di web resmi BPN pada tgl 24 Des 2009, dengan judul : PENGUMUMAN PANITIA PENYELENGGARA UJIAN PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH TAHUN 2009 Nomor : 5008 / PENG – 100 / XII / 2009, tentu sangat-sangat menggembirakan. Maka seketika, saling ucap selamat kepada sesama rekan yang lulus pun otomatis terlontar.
Tetapi ada yang aneh dari pengumuman tersebut karena belum sempat dibaca oleh semua peserta, tahu-tahu pengumumannya ditarik dari web BPN. Karena raibnya pengumuman tersebut maka berkembanglah issue yang simpang siur, sebut saja antara lain : Hasil Ujian akan direvisi, Surat Keputusan Hasil Ujian tidak valid, Pengumuman yang dipublis di web BPN adalah kerjaan orang iseng dan masih banyak issue miring lainnya.
Banyak teman, tak peduli dariJakarta apalagi dari daerah yang deg-deg-an dengan issue miring itu, lalu kesana-kemari mencari informasi. Tapi konfirmasi dari staff adm PPAT BPN di jalan sisingamangaraja pun tak berani memberi komentar. hal ini menambah semakin kencangnmya issue bahwa hasil ujian sebagaimana diumumkan dalam web BPN tgl 24 Des 2009 tersebut tidak valid.
Jika kita menanggalkan emosi dan perasaan kita karena sebagai peserta ujian, dan jika kita merenung, apakah memang demikian instansi yang nota bene setingkat kementrian negara tersebut, dengan seenaknya menarik/menggugurkan pengumuman yang lengkap dengan SK dan diumumkan dalam web resmi BPN hanya dalam hitungan jam?
Dengan pendekatan logika sederhana saja, saya yakin bahwa instansi pemerintah yang kita cintai yaitu BPN, tidak demikian. Karena proses untuk penerbitan SK dan lalu diumumkan ke publik tidaklah merupakan perkara gampang. Harus melalui mekanisme internal yang telah lebih dahulu melewati tahap cek and recheck.
Maka berangkat dari logika sederhana tersebut, saya yakin bahwa hasil ujian PPAT yang telah diumumkan tersebut benar-benar merupakan satu produk final dari BPN sehingga memiliki kepastian hukum yang sudah tetap. Harapan saya, kita tidak dengan mudah mempercayai issue yang tidak berdasar apapun apalagi bagi kita yang mengerti dan mempelajari hukum.
Maka tak lebih dan tidak terlambatlah jika pada kesempatan ini saya mengucapkan Selamat atas kesuksesan rekan-rekan sekalian dalam ujian PPAT tersebut.
Tetapi ada yang aneh dari pengumuman tersebut karena belum sempat dibaca oleh semua peserta, tahu-tahu pengumumannya ditarik dari web BPN. Karena raibnya pengumuman tersebut maka berkembanglah issue yang simpang siur, sebut saja antara lain : Hasil Ujian akan direvisi, Surat Keputusan Hasil Ujian tidak valid, Pengumuman yang dipublis di web BPN adalah kerjaan orang iseng dan masih banyak issue miring lainnya.
Banyak teman, tak peduli dari
Jika kita menanggalkan emosi dan perasaan kita karena sebagai peserta ujian, dan jika kita merenung, apakah memang demikian instansi yang nota bene setingkat kementrian negara tersebut, dengan seenaknya menarik/menggugurkan pengumuman yang lengkap dengan SK dan diumumkan dalam web resmi BPN hanya dalam hitungan jam?
Dengan pendekatan logika sederhana saja, saya yakin bahwa instansi pemerintah yang kita cintai yaitu BPN, tidak demikian. Karena proses untuk penerbitan SK dan lalu diumumkan ke publik tidaklah merupakan perkara gampang. Harus melalui mekanisme internal yang telah lebih dahulu melewati tahap cek and recheck.
Maka berangkat dari logika sederhana tersebut, saya yakin bahwa hasil ujian PPAT yang telah diumumkan tersebut benar-benar merupakan satu produk final dari BPN sehingga memiliki kepastian hukum yang sudah tetap. Harapan saya, kita tidak dengan mudah mempercayai issue yang tidak berdasar apapun apalagi bagi kita yang mengerti dan mempelajari hukum.
Maka tak lebih dan tidak terlambatlah jika pada kesempatan ini saya mengucapkan Selamat atas kesuksesan rekan-rekan sekalian dalam ujian PPAT tersebut.
Diklat SABH : Rekor Muri Dalam Jumlah Peserta
Akhirnya event yang ditunggu-tunggu ribuan calon notaris di seluruh Indonesia menjadi kenyataan. Event yang menjadi salah satu prasyarat untuk mewujudkan mimpi para calon notaris dan keluarganya tersebut, hari ini pukul 08.55 WIB resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI Bpk. Prof. Dr. Budiono.
Dalam sambutannyaWapres RI menekankan bahwa notaris memiliki posisi yang sangat strategis dalam simpul-simpul kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat di seluruh wilayah RI. Untuk itu perlu kiranya para calon merenungi diri apakah komitment dan integritas dirinya benar-benar sudah bulat untuk mengemban profesi notaris tersebut. Mengapa demikian? karena di era kedepan ini peranan notaris akan sangat menentukan dalam meletakkan dasar-dasar hukum yang pada gilirannya akan memberi kepastian hukum dlm bertindak ditengah-tengah dinamika pembangunan sosial ekonomi masyarakat. dalam konteks ini perlu komitment dan integritas yang tinggi dalam pelaksanaan profesi notaris kedepan, lanjut Wapres.
Diklat yang mengambil tempat di The Ritz Carlton Pacific Place Jakarta ini, diselenggarakan atas kerjasama Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia cq. Dirjen AHU dan PP INI, dilaksanakan selama 3 hari dari tgl 18 - 20 Jan 2010.
Disela-sela acara pembukaan tersebut, berkesempatan juga Direktur MURI Bp. Jaya Suprana memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas pencapaian kinerja Menkumham RI Bp. Patrialis Akbar atas beberapa gebrakannya dalam kerangka 100 hari kinerja SBY-Budiono dibidang hukum dan ham. Rekor yang cukup fantastis itu diberikan oleh MURI atas, antara lain jumlah peserta diklat terbesar selama ini yaitu +/- 2.000 orang. Penghargaan lainnya akan diberikan kepada Menkum dalam event terkait lainnya yaitu atas gebrakannya dlm keimigrasian (pembebasan biaya paspor bagi TKI/TKW yang akan bekerja ke luar negeri), proses perijinan badan hukum (target date 5 hari kerja)dan validasi visa bagi wisatawan asing yg dilakukan on-board bekerja sama dengan Garuda.
Sampai dengan tengah hari ini (saat coretan ini ditulis), Peserta Diklat yang sangat dinanti-nantikan ini sangat antusias mengikuti paparan dari para pembicara. Moga saja langkah awal yang baik ini akan kita tindak lanjuti dengan sangat serius dalam implementasi kinerja kita didepan ini sebagai notaris yang benar-benar profesional.
Selamat berdiklat rekan-rekan sekalian, ingat ini sebagai satu langkah awal, kita sudah mulai dengan baik, selanjutnya kita sendirilah yang menentukan sukses kita dimasa yang akan datang. Satu kata bijak yang kiranya dapat memberi inner-spirit bagi kita adalah : Jangan terpana pada proses (yang mungkin berliku), tetapi pandanglah hasil yang kita cita-citakan.
Dalam sambutannya
Diklat yang mengambil tempat di The Ritz Carlton Pacific Place Jakarta ini, diselenggarakan atas kerjasama Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia cq. Dirjen AHU dan PP INI, dilaksanakan selama 3 hari dari tgl 18 - 20 Jan 2010.
Disela-sela acara pembukaan tersebut, berkesempatan juga Direktur MURI Bp. Jaya Suprana memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas pencapaian kinerja Menkumham RI Bp. Patrialis Akbar atas beberapa gebrakannya dalam kerangka 100 hari kinerja SBY-Budiono dibidang hukum dan ham. Rekor yang cukup fantastis itu diberikan oleh MURI atas, antara lain jumlah peserta diklat terbesar selama ini yaitu +/- 2.000 orang. Penghargaan lainnya akan diberikan kepada Menkum dalam event terkait lainnya yaitu atas gebrakannya dlm keimigrasian (pembebasan biaya paspor bagi TKI/TKW yang akan bekerja ke luar negeri), proses perijinan badan hukum (target date 5 hari kerja)dan validasi visa bagi wisatawan asing yg dilakukan on-board bekerja sama dengan Garuda.
Sampai dengan tengah hari ini (saat coretan ini ditulis), Peserta Diklat yang sangat dinanti-nantikan ini sangat antusias mengikuti paparan dari para pembicara. Moga saja langkah awal yang baik ini akan kita tindak lanjuti dengan sangat serius dalam implementasi kinerja kita didepan ini sebagai notaris yang benar-benar profesional.
Selamat berdiklat rekan-rekan sekalian, ingat ini sebagai satu langkah awal, kita sudah mulai dengan baik, selanjutnya kita sendirilah yang menentukan sukses kita dimasa yang akan datang. Satu kata bijak yang kiranya dapat memberi inner-spirit bagi kita adalah : Jangan terpana pada proses (yang mungkin berliku), tetapi pandanglah hasil yang kita cita-citakan.
Tekad Memberdayakan Perempuan
Istri Wakil Bupati Way Kanan, DR.Hj.Rina Marlina ,M.Si
Tekad Memberdayakan Perempuan
Dimanapun, memegang jabatan adalah sebuah amanah. Karenanya, wajib hukumnya dijalani sesuai tugas yang diemban. Tak ada kata lelah atau mengeluh dalam menjalaninya.
Kondisi inilah yang dijalani oleh wakil bupati Way Kanan, Lampung, Bustami Zainuddin. Lima tahun belakangan ia mengabdikan pada rakyat yang memilihnya.
Demikian dikatakan istri Bustami, Hj. Rina Marlina saat ditemui di rumah dinasnya.
Dikatakan, semua yang dilakukan sang suami karena kecintaannya pada masyarakat dan wilayah yang dipimpinnya. Maka tak heran bila setiap waktu yang ada dipikiran suaminya adalah membangun Way Kanan, baik infrastrutur maupun meningkatkan sumber daya masyarakatnya (SDM).
Menariknya adalah, sebagai istri, Hj. Rina tak bisa berpangku tangan. Seringkali wanita lulusan Assafiiyah ini terlibat membantu pekerjaan suaminya.
Selain bermaksud mengimbangi kegiatan suami, ia juga merasa tertantang untuk membagi ilmunya pada masyarakat.
Terlebih sekarang. Ia harus melakukan sosialisasi terkait pencalon suaminya menjadi bupati periode 2010 – 2015. Bersama Raden Nasution Husin, sang suami bertekad memimpin Way Kanan.
Segudang kegiatan telah menanti. Sejumlah kegiatan telah dilakoni, seperti mengadakan pertemuan dengan warga baik dalam bentuk pengajian hingga arisan.
Mereka inilah yang kemudian direkrut menjadi tim sukses dan tergabung dalam Perempun Bustami-Raden Nasution (BURAS).
Meski demikian, ia mengaku segala kegiatan yang dilakukan bukan sekadar memenuhi ketentuan undang-undang politik yakni mewajibkan melakukan sosialisasi, tetapi bertekad memberdayakan perempuan.
Tekadnya adalah mengabdi pada masyarakat dengan visi dan misi mengangkat harkat derajat dan martabat perempuan. “Makanya tiap pagi kami mengadakan coffe morning kedaerah-daerah.
Yang dibicarakan biasanya seputar permasalahan yang terjadi. Pada kesempatan itu, Rina dan tim biasanya memberikan solusi dengan memberikan sumbangsih pemikiran.
Semua program yang dijalani sangat sederhana dengan tujuan mudah diterima masyarakat. Misalnya, melibatkan masyarakat pada kegiatan pemerintahan.
Selain itu, tim bercita-cita mempersatukan semua organisasi kewanitaan yang kelak bernama gabungan organisasi wanita (GTOW) dan mengoptimalkan fungsinya.
Program yang menurutnya mudah dipahami adalah sesuatu yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Salahsatunya yaitu, membuat pupuk dari kompos karena mayoritas masyarakat adalah petani.
Kegiatan lain adalah penyuluhan kesehatan dengan bekerjasama dengan sejumlah dokter. Mantan anggota KPUD Grogol ini juga tak sungkan mengajar agama, apalagi latar belakangnay dibesarkan di pesantren.
Pendeknya segala kegiatan yang membuat masyarakat berkegiatan dan memiliki pemikiran maju bakal dilakoni. “Saya harap dampaknya akan membuat masyarakat maju,” ujarnya.
Padatnya kegiatan membuatnya kerap pulang larut malam. Bayangkan, dalam sehari bisa mendatangi 10 desa. “Seminggu bisa tiga kali, tergantung daerah mana yang mau dikunjungi,” tandasnya.
Ia memahami kegiatan yang dilakukan sangat membantu suami dan pasangannya. Bagaimana tidak? Sosialisasi yang dilakukan suami dan pasangannya, belum tentu bisa menjangkau seluruh wilayah. HALIM MASHATI
Tekad Memberdayakan Perempuan
Dimanapun, memegang jabatan adalah sebuah amanah. Karenanya, wajib hukumnya dijalani sesuai tugas yang diemban. Tak ada kata lelah atau mengeluh dalam menjalaninya.
Kondisi inilah yang dijalani oleh wakil bupati Way Kanan, Lampung, Bustami Zainuddin. Lima tahun belakangan ia mengabdikan pada rakyat yang memilihnya.
Demikian dikatakan istri Bustami, Hj. Rina Marlina saat ditemui di rumah dinasnya.
Dikatakan, semua yang dilakukan sang suami karena kecintaannya pada masyarakat dan wilayah yang dipimpinnya. Maka tak heran bila setiap waktu yang ada dipikiran suaminya adalah membangun Way Kanan, baik infrastrutur maupun meningkatkan sumber daya masyarakatnya (SDM).
Menariknya adalah, sebagai istri, Hj. Rina tak bisa berpangku tangan. Seringkali wanita lulusan Assafiiyah ini terlibat membantu pekerjaan suaminya.
Selain bermaksud mengimbangi kegiatan suami, ia juga merasa tertantang untuk membagi ilmunya pada masyarakat.
Terlebih sekarang. Ia harus melakukan sosialisasi terkait pencalon suaminya menjadi bupati periode 2010 – 2015. Bersama Raden Nasution Husin, sang suami bertekad memimpin Way Kanan.
Segudang kegiatan telah menanti. Sejumlah kegiatan telah dilakoni, seperti mengadakan pertemuan dengan warga baik dalam bentuk pengajian hingga arisan.
Mereka inilah yang kemudian direkrut menjadi tim sukses dan tergabung dalam Perempun Bustami-Raden Nasution (BURAS).
Meski demikian, ia mengaku segala kegiatan yang dilakukan bukan sekadar memenuhi ketentuan undang-undang politik yakni mewajibkan melakukan sosialisasi, tetapi bertekad memberdayakan perempuan.
Tekadnya adalah mengabdi pada masyarakat dengan visi dan misi mengangkat harkat derajat dan martabat perempuan. “Makanya tiap pagi kami mengadakan coffe morning kedaerah-daerah.
Yang dibicarakan biasanya seputar permasalahan yang terjadi. Pada kesempatan itu, Rina dan tim biasanya memberikan solusi dengan memberikan sumbangsih pemikiran.
Semua program yang dijalani sangat sederhana dengan tujuan mudah diterima masyarakat. Misalnya, melibatkan masyarakat pada kegiatan pemerintahan.
Selain itu, tim bercita-cita mempersatukan semua organisasi kewanitaan yang kelak bernama gabungan organisasi wanita (GTOW) dan mengoptimalkan fungsinya.
Program yang menurutnya mudah dipahami adalah sesuatu yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Salahsatunya yaitu, membuat pupuk dari kompos karena mayoritas masyarakat adalah petani.
Kegiatan lain adalah penyuluhan kesehatan dengan bekerjasama dengan sejumlah dokter. Mantan anggota KPUD Grogol ini juga tak sungkan mengajar agama, apalagi latar belakangnay dibesarkan di pesantren.
Pendeknya segala kegiatan yang membuat masyarakat berkegiatan dan memiliki pemikiran maju bakal dilakoni. “Saya harap dampaknya akan membuat masyarakat maju,” ujarnya.
Padatnya kegiatan membuatnya kerap pulang larut malam. Bayangkan, dalam sehari bisa mendatangi 10 desa. “Seminggu bisa tiga kali, tergantung daerah mana yang mau dikunjungi,” tandasnya.
Ia memahami kegiatan yang dilakukan sangat membantu suami dan pasangannya. Bagaimana tidak? Sosialisasi yang dilakukan suami dan pasangannya, belum tentu bisa menjangkau seluruh wilayah. HALIM MASHATI
Mengabdi Demi Kemajuan Masyarakat Lebong
Banyak yang percaya, di balik kesuksesan suami, ada istri yang hebat. Adagium ini tampaknya tepat dialamatkan pada sosok, Hj. Euis Kulsum Dalhadi—istri bupati Kabupaten Lebong, Dalhadi Umar.
Lima tahun belakangan, kesibukannya bertambah dari biasanya saat sang suami masih menjabat camat di Kabupaten Garut.
Sejumlah kegiatan yang menempatkannya menjadikannya pengurus kini diembannya, terutama kegiatan sosial.
Seperti kegiatan pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Keluarga Berencana (PKK-KB) yang memiliki program penyuluhan pada keluarga seperti pelayanan KB gratis.
Program ini melayani peserta aktif dan peserta baru yang berjumlah 110 akseptor KB yang terdiri dari suntik 26 akseptor, implant 9 akseptor, pil 72 akseptor dan kondom 3 akseptor.
Pelaksanaan kegiatan itu sendiri dilaksanakan di 13 kecamatan dan dipusatkan di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Pinang Belapis, Lebong Utara, Padang Bano dan Uram Jaya
Sebagai Ketua Tim Pelaksana kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan ini sangat ditentukan oleh mantapnya koordinasi, keterpaduan dan dukungan semua unsur pelaksana serta masyarakat mulai dari desa, kelurahan, kecamatan serta kabupaten.
Sejauh ini, program tak mendapat kendala berarti bahkan telah memenuhi target.
Namun, ada yang terasa kurang sreg. Pasalnya, program tersebut masih minim peran serta kaum pria. Ini ditandai dengan kurangnya peserta KB pria.
Padahal peran pria sangat diperlukan dalam mensukseskan Program KB Nasional dan keadilan dan kesetaraan gender dalam ber-KB.
“Dalam mensukseskan Program KB diperlukan keadilan dan kesetaraan gender dalam ber-KB dalam artian peran serta pria sangat diperlukan,” katanya usai memebrikan laporan pelaksanaan kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Kabupaten Lebong Tahun 2009.
Besarnya animo masyarakat dalam sejumlah program, membuat Hj. Euis merasa program harus dilakukan secara berkesinambungan, khususnya kepada masyarakat pra sejahtera dan sejahtera I.
Untuk itu dibutuhkan peran semua pihak terkait seperti tim penggerak PKK, Badan Keluarga Berencana, dan Dinas Kesehatan.
Nah, untuk 2010 ini, Hj. Euis berencana melaksanakan program yang lebih menyentuh masyarakat dengan tujuan memberikan kesejahteraan, lebih sehat dan mengalami maju.
Kegiatan-kegitan inilah yang dinilainya turut mengimbangi kesibukan suami dalam mengerakan roda pemerintahannya.
Ia sadar, semua yang dilakukannya dalam rangka mewujudkan amanah masyarakat yang mempercayakan pada sang suami.
Menurutnya, apa yang dilakukannya bertujuan mensukseskan program suaminya yang berniat mewujudkan masyarakat Lebong sejahtera dan menjadi sumber daya yang mumpuni.
Makanya, ia tak ragu membagi ilmunya kepada masyarakat agar kemajuan Lebong cepat terlaksana. “Semua saya lakukan demi pengabdian dan kecintaan kepada masyarakat,” tandasnya. HALIM MASHATI
Siap Amankan Pilkada Way Kanan
AKBP.Lucas A Abriari
Kapolres Way Kanan Lukas A Abrari beserta jajaran siap mengamakan proses jalannya pilkada. Untuk anti sipasi jalan nya pemilihan pihaknya telah mempersiapkan personil dilapangan guna mengantisipasi keamanan menjelang pilkada nanti.”Sudah kita siapkan pengamanan pilkada menjelang dan puncak pelaksanaannya yang akan digelar sekitar bulan Mei dan Juni , sekarang dalam tahap pengkondisian wilayah .,” Papar Lucas Abriari
. Pada pengamanan pilkada nanti katanya, kita lihat potensinya .pihaknya melihat sejauh ini potensi itu belum Nampak ,karena calon- calon yang diajukan oleh parpol relatip landai landai saja,pencalonanyapun tidak ada yang bermasalah. artinya calon calonnya tidak bermasalah sehingga belum tampak penolakan dari tokoh tokoh masyarakat , untuk menolak calon yang lainnya.
“Yang penting Netralitas KPU terjaga , karena kuncinya disitu,” Ujarr lucas. jika KPU bersikap tdk netral ,atau proses tidak terselengara tidak nertal , ya sudah itu yang paling rawan. “Ungkapnya.
“sekarang DPT belum ditetapkan ,nanti kita lihat dulu, sejauh ini DPT sudah di jaring dengan bagus.ya moga moga bisa diterima .kalau DPT sudah tidah ada permasalahan, ya tinggal prosedurnya ,” Ujar Bapak tiga putiri ini,
Di wilayah hukum nya relatip aman dan terkendali
Ketika disinggung tentang polmas.LA Abriari mengatakan,bahwa program kepolisian tersebut sudah dilaksanakan sejak kabupaten ini berdiri. Daerah yang baru berkembang ini suasana memang baru masih desa banget ,pendekatanya tentu terfocus langsung pada masyarakat di tinggkat bawah .
Dalam menjalankan Pemolisian Masayarakat itu Abriani membetuk Babinkantibmas dengan menyertakan tokoh –tokoh masyarakat,pemuka agama ,pemuda untuk sama menjaga ketertiban wilayahnya masing-masing bekerjasama dengan kepolisian.
“karena way kanan merupakan daerah pemerkaran dengan penduduk yang tidak begitu banyak ,pasti tingkat kriminalitas tidak berarti banyak.masih relatif aman paling sebatas pencuri kecil kecil yakni pencurian karet. Karena memang mayortiras penduduk sini petani karet,”ujarnya,
Di wilayah ini tergolong relative aman dan tidak ada gejolak sedangkan Ratio polisi dan masyarakat sejauh ini statistiknya sudah cukup bagus karena anggotanya 500 personil, 1:1000 sebenarnya masih cukup jauh namun sekarang yang ada dulu kita optimalkan,tambahnya. (Halim ferrry)
Sabtu, 20 Februari 2010
Tekad Memberdayakan Perempuan
Dimanapun, memegang jabatan adalah sebuah amanah. Karenanya, wajib hukumnya dijalani sesuai tugas yang diemban. Tak ada kata lelah atau mengeluh dalam menjalaninya.
Kondisi inilah yang dijalani oleh wakil bupati Way Kanan, Lampung, Bustami Zainuddin. Lima tahun belakangan ia mengabdikan pada rakyat yang memilihnya.
Demikian dikatakan istri Bustami, Hj. Rina Marlina saat ditemui di rumah dinasnya.
Dikatakan, semua yang dilakukan sang suami karena kecintaannya pada masyarakat dan wilayah yang dipimpinnya. Maka tak heran bila setiap waktu yang ada dipikiran suaminya adalah membangun Way Kanan, baik infrastrutur maupun meningkatkan sumber daya masyarakatnya (SDM).
Menariknya adalah, sebagai istri, Hj. Rina tak bisa berpangku tangan. Seringkali wanita lulusan Assafiiyah ini terlibat membantu pekerjaan suaminya.
Selain bermaksud mengimbangi kegiatan suami, ia juga merasa tertantang untuk membagi ilmunya pada masyarakat.
Terlebih sekarang. Ia harus melakukan sosialisasi terkait pencalon suaminya menjadi bupati periode 2010 – 2015. Bersama Raden Nasution Husin, sang suami bertekad memimpin Way Kanan.
Segudang kegiatan telah menanti. Sejumlah kegiatan telah dilakoni, seperti mengadakan pertemuan dengan warga baik dalam bentuk pengajian hingga arisan.
Mereka inilah yang kemudian direkrut menjadi tim sukses dan tergabung dalam Perempun Bustami-Raden Nasution (BURAS).
Meski demikian, ia mengaku segala kegiatan yang dilakukan bukan sekadar memenuhi ketentuan undang-undang politik yakni mewajibkan melakukan sosialisasi, tetapi bertekad memberdayakan perempuan.
Tekadnya adalah mengabdi pada masyarakat dengan visi dan misi mengangkat harkat derajat dan martabat perempuan. “Makanya tiap pagi kami mengadakan coffe morning kedaerah-daerah.
Yang dibicarakan biasanya seputar permasalahan yang terjadi. Pada kesempatan itu, Rina dan tim biasanya memberikan solusi dengan memberikan sumbangsih pemikiran.
Semua program yang dijalani sangat sederhana dengan tujuan mudah diterima masyarakat. Misalnya, melibatkan masyarakat pada kegiatan pemerintahan.
Selain itu, tim bercita-cita mempersatukan semua organisasi kewanitaan yang kelak bernama gabungan organisasi wanita (GTOW) dan mengoptimalkan fungsinya.
Program yang menurutnya mudah dipahami adalah sesuatu yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Salahsatunya yaitu, membuat pupuk dari kompos karena mayoritas masyarakat adalah petani.
Kegiatan lain adalah penyuluhan kesehatan dengan bekerjasama dengan sejumlah dokter. Mantan anggota KPUD Grogol ini juga tak sungkan mengajar agama, apalagi latar belakangnay dibesarkan di pesantren.
Pendeknya segala kegiatan yang membuat masyarakat berkegiatan dan memiliki pemikiran maju bakal dilakoni. “Saya harap dampaknya akan membuat masyarakat maju,” ujarnya.
Padatnya kegiatan membuatnya kerap pulang larut malam. Bayangkan, dalam sehari bisa mendatangi 10 desa. “Seminggu bisa tiga kali, tergantung daerah mana yang mau dikunjungi,” tandasnya.
Ia memahami kegiatan yang dilakukan sangat membantu suami dan pasangannya. Bagaimana tidak? Sosialisasi yang dilakukan suami dan pasangannya, belum tentu bisa menjangkau seluruh wilayah. HALIM MASHATI
Bupati Lampung Barat, Drs. Mukhlis Basri
Mendedikasikan Penghargan Bagi Rakyat
Sebuah prestasi adalah wujud dari tekad menjalankan kinerja dengan sepenuh hati serta pemikiran cergas. Inilah yang diraih oleh bupati Lampung Drs. Mukhlis Basri menerima penghargaan (reward) Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono Mukhlis dianugrahi trofi Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum (PKPD-PU) (P2BN) dan Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) Lampung Barat Penghargaan ini di raih oleh Bupati Mukhlis Basri karena keberhasilan Kabupaten Lampung Barat meningkatkan produksi pangan terutama beras di atas 5% pada musim tanam
Baru dua tahun memimpin Lampung Barat, ia telah menerima tiga penganugerahan masing-masing, penghargaan (PKPD), (P2BN) dan(P2BN) Inti pengharagaan adalah lantaran berhasil mengangkat citra Lampung Barat dari daerah tertinggal menjadi daerah lebih maju. Misalnya, pengentasan buta aksara hingga menyehatkan masyarakat.
Seperti diketahui, persoalan mendasar di Lampung Barat adalah masalah kemiskinan. Ini disebabkan karena rendahnya pendidikan masyarakat. “Kebanyakan anak tidak bisa meneruskan pendidikan hingga jenjang SMU,” ujarnya.
Maka dalam kepemimpinannya, ia memiliki program prioritas yaitu pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastrutuktur tanpa melupakan menjaga kelestarian hutan dimana 73 persen wilayah Lampung Barat adalah hutan lindung.
Apakah ia bangga dengan penghargaan yang diterimanya? Secara manusiawi, tentu saja kebanggaan itu ada. Tapi semua tak berarti dan tak mungkin diraih tanpa peranserta masyarakat.
Untuk itu ia tak ragu mendedikasikan penghargaan tersebut pada masyarakat karena kerja keras yang telah mereka lakukan. “Yang terpenting adalah niat saya untuk mensejahterakan masyarakat,” tandasnya. HALIM MASHATI
Langganan:
Postingan (Atom)







